Keraton-Keraton Cirebon - Part 1 - Keraton Kasepuhan

 Mengunjungi Keraton-Keraton di Kota Cirebon


    Cirebon adalah kota yang aku pilih dengan random, karena pada saat itu dikantor atasanku bilang kalau dibulan February akan ada libur setiap jum'at. Tetapi dia bilang jangan dulu aku pesan-pesan tiket karena itu belum pasti. Atasanku tau kalau aku termasuk karyawan yang sering bepergian kalau menyangkut libur kerja ^^

    Tetapi setelah sebulan mendekati February schedule libur sudah fixed kalau kantorku bakalan libur selama jum'at dibulan February. Tadinya aku ingin memilih kota Solo untuk visit karena aku ingin makan Soto Triwindu. Tetapi aku tidak dapat jadwal kereta untuk pergi kesana. 

    Sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja buka buku yang aku tulis beberapa Kota tua yang ada di Indonesia dan dengan random aku search tentang kota-kota yang ada kota tua-nya dan yang menarik perhatian aku ya Cirebon. Yang membuat aku terpana kala itu adalah bangunan yang bernama British American Tobbaco.

Ya bangunan ini yang membuat aku jatuh cinta dengan Cirebon karena kesan Kolonial yang lekat membuat aku terpana. yaaa sangat membuat aku terpana sampai aku langsung mencari tiket kereta ke Cirebon. Betapa aku terkejutnya karena harga tiket kereta termasuk murah dan perjalanan dengan durasi 3 jam dari Stasiun Pasar Senen. Sempat terjadi keraguan karena tadinya temanku akan ikut tetapi yaaa memang ini adalah jalan aku untuk solo trip ke Cirebon dan Cirebon menjadi kota kedua yang aku kunjungi sendiri dengan aku belum pernah sekalipun mengunjungi sebelumnya. 

    Setelah aku check out tiket kereta aku langsung mencari hotel yang akan aku tinggal untuk 2 hari disana. MD7 Hotel Cirebon menjadi pilihanku alasannya karena harganya termasuk affordable dan letaknya yang hanya 5 menit dari stasiun Cirebon. Oyah trik aku ketika solo trip adalah pilih hotel yang letaknya strategis dipusat kota. Pertama karena rame dan mudah ditransportasi ditambah harga yang ekonomis. 

Dibawah adalah harga tiket kereta Tegal Bahari  

Stasiun Pasar Senen > Stasiun Cirebon : 140k (10.30 - 13.30)

Stasiun Cirebon > Stasiun Pasar Senen : 120k (16.25 - 19.15)

    Sebenarnya harganya bisa lebih murah lagi ada yang harganya sampai 100k tetapi karena atasanku yang bikin galau jadinya aku telat dalam hal check out tiket kereta ini. Aku check out tanggal 17 January yah termasuk mepet kan biasanya aku checkout kereta sebulan sebelumnya. Untuk next mungkin aku bisa dapat tiket kereta PP dengan harga yang 100k. Mari kita agendakan untuk visit Cirebon selanjutnya.

Kereta Tegal Bahari






    Lalu untuk harga penginapan di MD7 Hotel Cirebon aku mendapatkan harga 527k tanpa breakfast, tetapi hari kedua aku memutuskan untuk adding breakfast yang harganya hanya 50k. yaaaa aku ga salah milih hotel dengan harga yang affordable aku dapat dengan kualitas yang baik. Serius makanannya pun enak-enak. Aku benar-benar menikmati ketika aku menginap disana.

MD7 Hotel Cirebon









BRITISH AMERICAN TOBACCO 


February, 08 2024

    Setelah sampai Cirebon aku memutuskan untuk makan siang dahulu karena waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, setelah beberapa saat mencari rekomendasi Bakso di Cirebon aku memutuskan untuk pergi ke Bakso Sugimalih. Jarak dari stasiun Cirebon menggunakan motor online yaitu 4 menit. 

Stasiun Cirebon


Bakso Sugimalih


Mie Ayam : 12k
Bakso Urat Polos : 17k
Ice Teh Manis : 4k


    Hari pertama destinasi aku adalah Gedung British American Tobacco dan Gang Macan Coffee. Gedung British American Tobacco seperti yang aku bilang diatas adalah alasan utama aku pergi ke Cirebon, ya karena aku adalah pecinta gedung-gedung dengan aksen old town apalagi gedung-gedung peninggalan jaman Belanda. 

Gang Macan

    Destinasi pertama setelah sampai aku langsung berangkat ke Gang Macan. Disana aku memesan signature Kopi Gang Macan, oyah fyi setiap aku berkunjung ke tempat Coffee atau restaurant dimanapun itu aku selalu memilih menu yg menjadi signature dari tempat tersebut dan tidak ada di tempat lain. 




Kopi Susu Gang Macan : 23k
Single Earl Grey Toast : 25k 

    Dari gang Macan kita hanya perlu berjalan sekitar 5 menit untuk dapat mencapai gedung American British Tobacco. Keadaan waktu itu pukul setengah 6 sore dan keadaan sepi. Hal yang pertama dalam pikiran aku. kok Cirebon sepi sekali. Ternyata oh ternyata waktu itu adalah hari Kamis Thiara. apa yang kamu harapkan dari hari kamis. 


    Ketika aku melihat gedung ini aku sungguh terpukau dengan gedung besar yang terkesan introvert karena aksen gedung yang berbeda dengan gedung-gedung sekitarnya. Gedung tersebut tertulis tahun 1924 yang berarti berumur 100 tahun ditahun ini, tetapi ini bukan tahun jadinya karena yang aku baca dari Google kalau tahun tersebut adalah tahun renovasi gedung. Gedung ini dulunya merupakan gedung industri pabrik rokok. 



    Karena keadaan masih sepi dan para penjual kaki lima yang buka didepan gedung itu baru akan membuka jajakan jualan mereka jadinya aku memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat karena besoknya aku akan bersiap untuk mengunjungi keraton-keraton. 


February, 09 2024

    Besok paginya sekitar pukul 8 pagi aku pun pergi untuk sarapan ke Nasi Jamblang Ibu Nur. 



Disitu aku memesan beberapa menu diantaranya : (aku lupa untuk harganya dan terlupa untuk di photo nota belanjanya, seingat aku habisnya 30k-an)

- Nasi Jamblang 2 bungkus (ini bungkusnya kecil yah jadi nanti kita ditanya mau berapa nasinya)

- Semur Telur Ceplok

- Semur Ampela 

- Perkedel Jagung 

- Tempe Goreng 

- Sambal 

- Teh manis hangat 




KERATON KASEPUHAN CIREBON


    Setelah itu aku langsung berangkat ke Keraton Kasepuhan, ya Keraton Kasepuhan menjadi destinasi pertamaku dan memang tidak salah pilih. Ketika sampai loket kita akan ditanyakan akan memilih tiket terusan untuk ke daerah Sumur Agung atau hanya berjalan-jalan sekitaran keraton dan museum. Harga tiket sebesar 25k untuk tiket terusan ke Sumur Agung dan tentu saja aku memilih tiket terusan karena aku harus explore semuanya dalam satu hari. 


    Aku ditemani guide yang bernama Pak Madya lalu aku hanya sendiri jadi aku dengan bebas bisa bertanya dan berkeliling dengan private. Informasi-informasi Pak Madya sangat lengkap dan hasil photo beliau bagus-bagus. Balada trip sendiri adalah tidak ada yang mengambil photo kita. Berkeliling diawali dengan breafing dari Pak Madya tentang sejarah Keraton Kasepuhan sendiri. Setelah itu aku dibawa ke Museum yang berisi benda-benda peninggalan Sultan dari tahun ke tahun. Didalam museum terdapat kereta kencana, yes The real Kereta Kencana yang membawa sultan ketika bepergian. 

    Kereta Kencana tersebut bernama Singa Barong. Melihat kereta kencana bagi aku yang seorang pengagum ukiran-ukiran yang detail dapat dibuat oleh tangan sungguh sangat karya yang mengagumkan. Jaman dahulu kan pasti para pengrajin itu membuat dengan manual bahkan mungkin sampai saat ini, pemilihan warna juga sangat pas yang sangat mewah. ya warna merah dan emas yang cocok. Kalian bisa melihat sendiri dibawah photonya. Kereta kencana yang asli berada diruangan kaca dan tidak digunakan lagi karena kekhawatiran dengan kondisi yang sudah tua dan kereta yang masih digunakan sampai sekarang disaat adanya acara-acara penting adalah kereta replika.

Kereta Kencana Singa Barong



    Aku benar-benar termasuk orang yang penasaran dengan kehidupan jaman dahulu. ya sangat penasaran, terkadang aku ingin sekali menjelajah ke era itu. Ketika aku melihat benda-benda peninggalan tersebut. Bayangkan ketika kita melihat benda-benda yang dipakai di era kita belum ada di dunia ini, hanya benda-benda dan bangunan lah yang menjadi saksi bisu atas kejadian-kejadian dimasa lampau. Rasa penasaran aku begitu membuncah dan rasa kagum aku keluar ketika melihat benda-benda tersebut masih disimpan rapi dan tidak termakan waktu. Mungkin suatu hari nanti benda-benda tersebut bisa rusak oleh waktu tapi setidaknya aku pernah melihatnya (myselfish side). 

Dibawah ada beberapa photo yang aku ambil di Keraton Kasepuhan dan di dalam Museum Keraton. 

- Area depan Keraton Kasepuhan 







- Didalam Museum Pusaka Keraton Kasepuhan 












- Area dalam Keraton Kasepuhan 









Area taman Keraton Kasepuhan (ada jembatan) 




- Area Sumur Agung







    Waktu menunjukan hampir pukul setengah 12 siang dan perjalanan akupun berakhir. Pak Madya juga harus menjalankan solat jum'at. Sebelum melanjutkan perjalanan aku memutuskan untuk membeli minuman di sebelah ticketing. Disini tersedia berbagai makanan dan minuman. Aku hanya memesan minuman karena aku harus melanjutkan perjalanan menuju Keraton Kacirebonan. 

    Jarak dari Keraton Kasepuhan ke Kacirebonan sebenarnya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau dengan becak. Tetapi karena saat itu waktunya solat jum'at aku pasti sulit menemukan tukang becak ataupun kendaraan online. Sialnya juga aku lupa untuk mengisi paket data dan aku ga bisa menyalakan google maps. 

Alun-alun Sangkala Buana, aku ga mampir kesini karena saat itu panas sekali. Next trip mungkin kita akan mengunjungi Alun-alun yang ada di cirebon, soalnya setelah aku search banyak juga Alun-alun yang ada di Cirebon yang wajib untuk dikunjungi. 




    Dengan tekat penuh aku memutuskan untuk berjalan kaki bermodalkan bertanya dengan orang-orang sekitar. Awal aku bertanya itu kenapa bapak-bapak yang sedang memarkirkan mobil orang-orang yang hendak solat jum'at di Masjid Sang Cipta Rasa. Dia memberitahu aku kalau aku harus jalan lurus sampai ada gapura dan ambil kanan lalu ke kiri dan jalan lurus lagi.

  Waktu menunjukan pukul 12 siang aku harus berjalan tanpa google maps hanya bermodalkan bagaimana petunjuk dari bapak tadi. makasih banyak ya pak. Sepanjang jalan aku memikirkan cara untuk mengisi kuota data hpku. Saat kaki aku sudah mulai lelah dan lecet, bibirku sudah kering karena kecapean. Ketika perjalanan menuju Keraton Kasepuhan tadi aku melihat ada cafe sekitaran, sepertinya aku bisa istirahat disana sambil meminta wifi kkkkkk guna mengisi kuota dataku. Ya cafe yang menyelamatkanku saat itu bernama 

My Story Cafe, Bistro & Social House





    Menikmati suasana cafe yang sejuk karena aku butuh AC seriusan. Aku memutuskan untuk memesan Javanese Fried Rice & Sourberry, Setelah cukup aku mengisi daya badanku, kuotaku dan baterai hpku, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku ke Keraton Kacirebonan. 

Sourberry : 20k

Javanese Fried Rice : 30k



     Setelah meminta billing, bayar dan berjalan ke kamar mandi guna mengganti pakaianku untuk rute selanjutnya tetapi dengan tetibanya ketika aku keluar cafe apa coba, cuaca tiba-tiba hujan TT. Sungguh sangat diluat kendali dan saat itu yang aku sudah keluar cafe kan tidak mungkin kembali masuk jadinya aku memutuskan untuk memesan mobil online menuju hotel untuk istirahat sebentar dan menyimpan barang-barangku. 

    Ketika mobil online datang mau tau ga ? tetiba hujan juga mulai reda. Apa coba apa coba hikssssss. Jadinya aku tetap melanjutkan perjalanan aku menuju hotel. aku memutuskan istirahat sekitar 15 menit dihotel sebelum pergi ke Keraton Kacirebonan.  

Part 1 diakhiri disini, part selanjutnya aku akan menceritakan Keraton Kacirebonan & Keraton Kanoman. Sampai Jumpa. 

                                                                                                                      XOXO

                                                                                                                   Thiaraelry


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cook. Mix Pecel, Gado-gado and Ketoprak.

Travel. 3 days 3 nights at Singapore & Malaysia 2018 ~ Part 3

Culinary. Yorichi BBQ & Shabu Shabu